Web application · 11 menit
Membangun sistem manajemen bengkel truk asuransi DEXS77

Pekerjaan bengkel truk bergerak melalui banyak tahap: pemeriksaan awal, estimasi, persetujuan, SPK, perbaikan, pengadaan sparepart, dokumentasi, serah terima, hingga perhitungan laba. DEXS77 dirancang sebagai aplikasi internal yang menghubungkan seluruh proses tersebut agar status setiap unit dapat dipantau dari satu tempat.
Dashboard bengkel yang menunjukkan pekerjaan paling mendesak
Dashboard DEXS77 merangkum kondisi operasional bengkel dalam beberapa indikator utama: jumlah unit di bengkel, unit yang mengendap lebih dari 14 hari, pekerjaan yang menunggu sparepart, estimasi yang belum disetujui, unit siap diambil, dan stok part di bawah batas minimum. Setiap kartu menggunakan warna status agar masalah yang membutuhkan perhatian dapat dikenali tanpa membuka laporan panjang.
Di bagian bawah, distribusi unit per tahap dan daftar kendaraan yang paling lama mengendap memberi konteks tambahan. Pendekatan ini membantu kepala bengkel melihat antrean, menemukan hambatan, dan menentukan pekerjaan berikutnya berdasarkan data yang sama.
Mengubah estimasi menjadi alur kerja bengkel
Halaman Estimasi menggunakan tampilan Kanban untuk memisahkan pekerjaan menjadi Draft, Menunggu ACC, SPK atau Check-in, Dalam Perbaikan, dan Selesai. Setiap kartu membawa informasi kendaraan, nomor estimasi, customer atau penjamin, serta status terakhir. Pengguna juga dapat beralih ke tampilan tabel ketika perlu membandingkan lebih banyak data sekaligus.
Alur berbasis tahap membuat aplikasi estimasi bengkel tidak berhenti sebagai tempat membuat harga. Estimasi menjadi titik awal perjalanan sebuah unit dan tetap terhubung dengan proses persetujuan, pekerjaan bengkel, sampai kendaraan selesai.

Membuat penawaran bengkel yang siap dikirim
Data estimasi dapat dibentuk menjadi dokumen penawaran yang rapi untuk customer atau perusahaan asuransi. Dokumen menampilkan identitas bengkel, nomor penawaran, kendaraan, nomor polisi, penjamin, estimator, rincian kerusakan atau pekerjaan, harga sparepart, pajak, risiko sendiri, dan total yang ditagihkan.
Fitur cetak dan simpan PDF mengurangi penyalinan manual dari aplikasi ke dokumen terpisah. Setelah penawaran dikirim, status pekerjaan dapat dilanjutkan tanpa kehilangan hubungan dengan rincian awal yang sudah disetujui.

Menghasilkan PDF check-in dan serah-terima otomatis
Saat kendaraan masuk, data check-in dapat langsung dibentuk menjadi dokumen serah-terima unit. PDF ini menarik identitas kendaraan, nomor SPK dan WO, kilometer masuk, cara kendaraan tiba, kondisi BBM, penjamin, pengantar, penerima bengkel, serta waktu check-in dari catatan yang sama.
Dokumen juga menyediakan ruang untuk KTP, SIM, dan STNK, checklist kelengkapan kendaraan, serta tanda tangan kedua pihak. Tombol cetak atau simpan PDF menghasilkan bukti penerimaan yang konsisten tanpa mengetik ulang, sehingga kondisi awal kendaraan dan tanggung jawab saat handover lebih mudah dibuktikan.

Menyiapkan dokumen klaim melalui paket Merimen
Ketika unit selesai, modul Merimen menyiapkan kebutuhan dokumentasi klaim. Sistem memeriksa jumlah baris kerusakan dan kelengkapan foto setelah perbaikan. Paket dokumen kemudian dapat diunduh dalam format ZIP berdasarkan SPK sehingga tim tidak perlu mengumpulkan file satu per satu.
Validasi kelengkapan ditampilkan langsung pada baris kendaraan. Peringatan membantu mencegah paket dikirim ketika data kerusakan atau foto pendukung belum lengkap, sekaligus membuat proses serah terima lebih mudah ditelusuri.

Menghubungkan laporan bengkel dengan performa harian
Halaman Laporan menggabungkan ringkasan mutasi sparepart, nilai SPK yang disetujui, umur rata-rata unit di bengkel, komposisi penjamin, produktivitas montir, dan laba per kendaraan. Data periode dapat dibandingkan dengan bulan sebelumnya agar perubahan performa tidak dibaca sebagai angka yang berdiri sendiri.
Informasi aging dibagi menjadi beberapa rentang hari, sementara produktivitas menunjukkan pembagian unit yang sedang ditangani. Bagi manajemen, tampilan ini membantu membedakan masalah volume pekerjaan, keterlambatan proses, dan kebutuhan kapasitas tim.

Menjaga hubungan antara nilai SPK, modal, dan laba
Modul Finance merangkum nilai SPK, total modal work order, laba bruto, dan kasbon yang tercatat. Nilai modal dihitung dari biaya jasa dan sparepart yang terhubung dengan detail pekerjaan, sehingga laba tidak bergantung pada rekap manual di luar sistem.
Hubungan antara pekerjaan dan biaya membuat pemeriksaan keuangan dapat dimulai dari kendaraan tertentu. Ketika ada angka yang tidak sesuai, tim dapat menelusuri work order, komponen, atau transaksi terkait sebelum laporan digunakan untuk keputusan bisnis.

Membagi akses berdasarkan tanggung jawab pengguna
Operasional bengkel melibatkan direktur, admin, petugas lapangan, PIC, kepala bengkel, estimator, finance, dan tim sparepart. Halaman User menampilkan username, nama, peran, serta aktivitas terakhir untuk membantu pengelolaan akun dan pembagian tanggung jawab.
Peran menjadi fondasi agar setiap orang memperoleh akses sesuai pekerjaannya. Estimator dapat berfokus pada penawaran, tim sparepart pada mutasi barang, finance pada biaya, dan manajemen pada laporan, tanpa semua pengguna harus mengubah area yang sama.

Prinsip desain sistem manajemen bengkel truk
Antarmuka DEXS77 menggunakan navigasi samping yang konsisten, warna kuning sebagai penanda area aktif, kartu ringkasan yang lapang, dan istilah yang sudah digunakan di bengkel. Pencarian global untuk nomor polisi, nomor part, work order, atau klaim membantu pengguna berpindah dari pertanyaan ke data yang relevan dengan cepat.
Nilai utama sistem ini bukan hanya digitalisasi formulir. Dashboard, estimasi, PDF check-in, progres, sparepart, Merimen, laporan, finance, dan pengguna bekerja sebagai satu rangkaian. Ketika status unit dan angka biaya berasal dari sumber yang sama, koordinasi menjadi lebih singkat dan keputusan bengkel dapat dibuat dengan konteks yang lebih lengkap.
Peluang pengembangan aplikasi bengkel berikutnya
Fondasi yang ada dapat dikembangkan melalui notifikasi persetujuan, pengingat pekerjaan yang terlalu lama, riwayat perubahan estimasi, portal customer, tanda tangan digital, pemindaian barcode sparepart, audit log, dan tampilan mobile untuk teknisi. Integrasi notifikasi juga dapat membantu mengingatkan unit siap diambil atau dokumen klaim yang belum lengkap.
Pengembangan berikutnya sebaiknya tetap berangkat dari hambatan operasional yang nyata. Setiap fitur perlu mengurangi pencatatan berulang, memperjelas siapa yang bertanggung jawab, atau mempercepat perjalanan unit dari estimasi hingga selesai.