All notes

Product design · 10 menit

Merancang website e-commerce Consina Global

18 Agustus 2026Fajrin Arpiyansyah
Tampilan homepage e-commerce Consina dengan suasana kegiatan outdoor

Website e-commerce untuk brand outdoor perlu melakukan lebih dari sekadar menampilkan produk. Pengalaman digitalnya harus membangkitkan keinginan untuk beraktivitas, membantu orang menemukan perlengkapan yang tepat, dan tetap terhubung dengan jaringan toko fisik.

Membawa identitas outdoor ke pengalaman digital

Titik awal konsep ini adalah menerjemahkan karakter Consina sebagai brand perlengkapan outdoor ke dalam pengalaman belanja yang terasa aktif, jelas, dan mudah dijelajahi. Halaman pembuka memakai fotografi aktivitas sebagai panggung utama, lalu menempatkan pesan “Global Marketplace for Indonesian Brands” dengan skala besar agar arah brand langsung terbaca.

Navigasi utama sengaja dibuat ringkas. Katalog, toko, pencarian, keranjang, wishlist, akun, pilihan bahasa, dan pencari toko berada dalam satu struktur yang mudah dipindai. Dengan begitu, visual hero dapat membangun suasana tanpa mengorbankan fungsi belanja yang paling sering dibutuhkan.

Memulai eksplorasi dari aktivitas

Tidak semua pengunjung datang dengan nama produk tertentu. Sebagian baru memiliki tujuan: mendaki, berkemah, berlari, bepergian, atau menjalani aktivitas urban. Karena itu, jalur eksplorasi dibuka melalui kategori aktivitas seperti Sepeda, Panjat Tebing, Trekking & Hiking, Lari, Urban, Camping, dan Travelling.

Pendekatan ini membuat katalog terasa lebih dekat dengan cara orang merencanakan kegiatan. Setelah memilih konteks aktivitas, pengunjung dapat melanjutkan ke produk baru dan melihat informasi penting—nama, rating, harga, dan tautan detail—tanpa harus memahami struktur kategori yang terlalu teknis sejak awal.

Navigasi aktivitas dan koleksi produk baru Consina
Navigasi aktivitas dan koleksi produk baru Consina

Membuat keputusan produk lebih jelas

Halaman detail menjadi tempat semua pertanyaan sebelum membeli dijawab. Foto produk diberi ruang besar agar material dan bentuk mudah dilihat, sementara sisi informasi menyusun kategori, nama, SKU, rating, deskripsi, harga, ketersediaan, warna, dan jumlah dalam urutan yang logis.

Deskripsi produk ditulis untuk menjelaskan manfaat dalam situasi nyata, bukan hanya daftar spesifikasi. Pada contoh sandal Broome, informasi tentang material EVA Rubber, grip anti-slip, pengait yang dapat disesuaikan, dan karakter cepat kering membantu pengunjung membayangkan pemakaian di area urban, campsite, pantai, atau kondisi basah.

Halaman detail produk sandal Consina Broome
Halaman detail produk sandal Consina Broome

Menghubungkan kanal online dan toko fisik

Pengalaman berbelanja perlengkapan outdoor sering kali tetap membutuhkan kunjungan langsung: mencoba ukuran, merasakan material, atau berkonsultasi sebelum memilih produk. Halaman “Cari Toko Consina” dirancang sebagai jembatan antara website dan jaringan toko fisik.

Pencarian berdasarkan kota atau provinsi, filter wilayah, jumlah lokasi, alamat, nomor telepon atau WhatsApp, serta jam buka disajikan dalam kartu yang konsisten. Halaman juga mempertahankan pilihan Bahasa Indonesia dan English agar pencari toko tetap dapat digunakan oleh pengunjung dengan kebutuhan bahasa berbeda.

Halaman pencari toko Consina dengan filter wilayah
Halaman pencari toko Consina dengan filter wilayah

Menjaga katalog tetap mudah dipindai

Ketika jumlah produk bertambah, tantangan utamanya bukan lagi menampilkan semuanya, tetapi membantu pengunjung mempersempit pilihan. Pada halaman kategori, panel di sisi kiri memperlihatkan kelompok produk beserta jumlah item, sedangkan area utama menampilkan judul kategori, jumlah hasil, dan kartu produk dalam grid yang lapang.

Setiap kartu mempertahankan hierarki yang sama: gambar, nama, rating, variasi, harga, dan tindakan untuk melihat detail. Konsistensi ini mengurangi beban membaca sekaligus memberi cukup ruang untuk foto produk yang menjadi unsur terpenting dalam keputusan belanja.

Halaman kategori kursi dengan filter dan kartu produk
Halaman kategori kursi dengan filter dan kartu produk

Memberi tim kontrol atas tampilan storefront

Website commerce perlu terus berubah mengikuti kampanye, musim, koleksi, dan prioritas bisnis. Karena itu, admin bagian Design disusun sebagai komposer halaman: tim dapat mengatur urutan section, menampilkan atau menyembunyikan blok, menggandakan konten, menghapus bagian yang tidak digunakan, serta menambahkan section baru tanpa mengubah kode halaman secara langsung.

Pengaturan dipisahkan menjadi Sections, Header, Footer, dan Theme agar ruang kerja tetap mudah dipahami. Live preview di sisi kanan memperlihatkan dampak perubahan pada tampilan desktop maupun mobile sebelum dipublikasikan. Pola ini membuat tim lebih mandiri sekaligus menjaga struktur desain agar tetap konsisten.

Admin Design Consina dengan pengaturan section dan live preview storefront
Admin Design Consina dengan pengaturan section dan live preview storefront

Mengelola katalog dalam skala besar

Di balik storefront yang sederhana terdapat pekerjaan operasional dengan jumlah data yang jauh lebih besar. Panel Products dirancang untuk membantu tim menemukan item melalui nama atau SKU, lalu mempersempit daftar berdasarkan kategori, status, stok, dan bahasa. Import CSV mendukung pembaruan dalam jumlah banyak, sedangkan New Product menyediakan jalur cepat untuk menambahkan satu produk.

Navigasi admin juga menyatukan kategori, atribut, panduan ukuran, pertanyaan pelanggan, pesanan, sinkronisasi inventori, voucher, pelanggan, pengingat restock, toko, pengiriman, dan bahasa. Tujuannya bukan hanya mempermudah penyuntingan produk, tetapi memberi tim satu tempat untuk memahami hubungan antara konten, ketersediaan barang, pelayanan pelanggan, dan pengalaman yang tampil di website publik.

Admin Products Consina dengan pencarian, filter, dan daftar katalog
Admin Products Consina dengan pencarian, filter, dan daftar katalog

Pelajaran dari proses

Konsep ini memperlihatkan bahwa website commerce yang baik perlu menyeimbangkan tiga lapisan: identitas brand yang membangun ketertarikan, arsitektur informasi yang membantu penemuan, dan detail transaksi yang menumbuhkan keyakinan. Jika salah satunya terlalu dominan, pengalaman dapat terasa indah tetapi sulit digunakan—atau efisien tetapi kehilangan karakter.

Tahap berikutnya adalah menguji alur pencarian, filter kategori, pemilihan variasi, dan pencari toko dengan pengguna nyata. Temuan dari pengujian tersebut dapat dipakai untuk menyederhanakan istilah, mengatur ulang prioritas informasi, dan memastikan pengalaman tetap nyaman dari layar desktop hingga perangkat mobile.

Read next

Membangun sistem manajemen bengkel truk asuransi DEXS77